Website Get Lost in Indonesia

Berbagi foto perjalanan kamu waktu nyasar di Indonesia bersama Losteners lainnya melalui website Get Lost in Indonesia

Mau #GLiIShirt? Klik di sini!

Tetap tampil keren selama nyasar di Indonesia bersama #GLiIShirt. Ayo dapatkan segera, Losteners!

Bali yang Selalu Membuat Kita Kembali

Bali adalah destinasi favorit di Indonesia yang tiada henti-hentinya dikunjungi setiap tahun oleh wisatawan. Apa saja atraksinya yang membuat kita selalu kembali ke sana?

Galeri Curug Cilember

Berada di Ibukota tidak boleh menyurutkan niat untuk 'nyasar' keliling Indonesia. Mulai saja dari destinasi yang dekat seperti Curug Cilember.

Jogjakarta : Keramahan dan Budaya yang Membuat Rindu

Pulang ke kotamu, ada setangkup haru dalam rindu. Inilah kerinduan pada Yogyakarta yang tersurat dalam sebuah lagu. Mungkinkah harus selalu kembali ke sana setiap waktu?

Tampilkan postingan dengan label Jawa. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Jawa. Tampilkan semua postingan

Senin, 19 Mei 2014

Pulau Onrust yang Tidak Pernah Istirahat

Tahun 2002 pemerintah DKI Jakarta menyatakan bahwa pulau Onrust yang terletak di kabupaten Kepulauan Seribu, Jakarta yang juga berdekatan dengan Pulau Bidadari ini sebagai salah satu taman arkeologi dan termasuk situs yang dilindungi.

( sumber foto: forum.jalan2.com )

Kenapa? Iya bener banget, karena di Pulau Onrust ini memiliki syarat nilai historis dimana terdapat bangunan reruntuhan zaman Belanda juga sempat digunakan sebagai lalu lintas pelayaran dan pelabuhan VOC dan markas tentara Belanda sebelum masuk ke Jakarta.

Cara menempuhnya tidak berbeda dengan cara menempuh pulau di Kepulauan Seribu yang lain, dimulai dari naik perahu maupun speed boat dari pelabuhan Muara Angke atau Ancol dengan lama waktu perjalanan kurang lebih satu sampai satu setengah jam.

Nama “Onrust” sendiri diambil dari bahasa Belanda yang berarti tidak pernah istirahat atau dalam bahasa Inggrisnya “unrest”. Percaya atau tidak saat tiba di pulau Onrust kita disuguhkan oleh suasana misterius yang begitu dingin, bagaimana tidak, kita dapat melihat reruntuhan bangunan peninggalan zaman VOC, bekas karantina haji pada tahun 1930-an dan makam-makam orang Belanda dan pribumi yang dinilai pemberontak. Tapi jangan salah di pulau Onrust kita bisa liat sunset dengan desiran angin dan air laut yang saling bersautan dikelilingi saksi bisu sejarah yang tertoreh di negara kita.


( sumber foto: 2.bp.blogspot.com )

Biasanya para pengunjung yang singgah ditempat ini menggunakan tenda untuk menginap makanya tempat ini bisa dikatakan cocok banget untuk kalian yang suka backpacking bersama teman-teman atau keluarga yang bener-bener ingin menikmati alam. Keistimewaan lain di pulau Onrust selain pasir putihnya dan perairan yang tenang di pulau ini kita bisa punya objek foto yang gak bisa kita dapetin di tempat-tempat biasa.


 
( sumber foto: www.indonesia-heritage.net )

Pulau Onrust dengan sejuta misterinya memiliki keindahan dalam sisinya, namun pulau ini harus mendapat perhatian dari kita semua mengingat di pulau ini terdapat torehan sejarah yang patut di jaga baik oleh pemerintah maupun masyarakat terutama kita sebagai penikmat alam Indonesia.


-----


Ditulis oleh:

Rizqi rosmalawati, mahasiswa Institut Ilmu Sosial Ilmu Politik (IISIP) Jakarta - advertising 2011. Masih menjadi reporter di Bulletin BERISIK (Berita Seputar Musik) dan suka jalan-jalan tapi sulit menghapal nama jalan.

twitter : @krosmala

Rabu, 16 Oktober 2013

Bernostalgia di Ujung Genteng (part 2 of 2)

Perjalanan di Pantai Ujung Genteng tidak hanya berhenti di sekitar pantai tetapi masih ada destinasi menarik yang nggak akan mau kamu lewatkan. Teruskan langkah kamu menuju Curug Cikaso dan rasakan kesegaran yang alam berikan. 

Tempat peristirahatan Curug Cikaso



Selasa, 24 September 2013

Bernostalgia di Ujung Genteng (part 1 of 2)

Pantai Ujung Genteng berada di pesisir selatan Jawa Barat. Tidak hanya menyajikan pantai dengan ombak yang indah tetapi juga keharmonisan alam berkat adanya konservasi penyu di tempat ini. Apa saja keindahan yang dapat kamu nikmati di Pantai Ujung Genteng?

Pantai Ujung Genteng

Rabu, 04 September 2013

Galeri Wisata Bromo dan sekitarnya

Gunung Bromo menjadi salah satu destinasi terbaik di Indonesia. Melihat lukisan alam dari atas menjadi pemandangan favorit bagi para wisatawan yang mengunjunginya. Namun, tidak hanya itu, masih banyak lagi keindahan yang dapat dinikmati di sekitar Gunung Bromo. Apa saja?

Panorama Gunung Bromo

Selasa, 25 Juni 2013

Galeri Curug Cilember

Hi, Losteners.

Perjalanan menuju Curug Cilember ini dilakukan pada Sabtu, 4 Desember 2010 seperti diceritakan pada catatan perjalanan ini. Enjoy the Curug Cilember!



Senin, 10 Juni 2013

Jogjakarta : Keramahan dan Budaya yang Membuat Rindu (Part 2 of 2)


Seperti Memiliki Pantai Pribadi di Pantai Krakal
Hamparan laut luas tak bertepi serta suasana sunyi yang hanya memperdengarkan deburan ombak selalu dapat membuat pikiran saya berelaksasi sambil mengagumi keindahan Tuhan. Hal inilah yang saya rasakan ketika tiba di Pantai Krakal.

Pantai Krakal, Gunung Kidul (dok.istimewa)

Jogjakarta : Keramahan dan Budaya yang Membuat Rindu (Part 1 of 2)

Pulang ke kotamu. Ada setangkup haru dalam rindu. Masih seperti dulu, tiap sudut menyapaku bersahabat penuh selaksa makna. Terhanyut aku akan nostalgi. Saat kita sering luangkan waktu, nikmati bersama. Suasana Jogja. (Jogjakarta - Kla Project)
Tugu Jogja (dok. istimewa)

Kamis, 11 April 2013

Belum liar kalau belum ke Arus Citarik, Sukabumi


Anda termasuk penyuka kegiatan ekstrim? Pasti akrab mendengar kata rafting. Nah bagi yang suka rafting, patut dicoba ke Sungai Citarik, Sukabumi. Saya beserta rombongan pergi ke Citarik kira-kira jam 5 pagi. Perjalanan memakan waktu 5 jam.

Perjalanan tidak terasa jauh karena lancar. Was-wasnya hanya kita terjebak hujan karena kita pergi ketika bulan Desember. Sesampai di sana kita diberikan welcome drink & snack. Sambil makan risol, kita menyiapkan mental terlebih dahulu.

Setelah itu, kita diberikan pelampung, helm dan dayung. Kemudian dibagi berenam tiap kelompok. Masing-masing kelompok diperkenalkan dengan instrukturnya. Katanya sih dibagi sesuai berat badan karena maksimal 1 perahu 5-6 orang (belum termasuk instrukturnya).



Kemudian kami berjalan menuruni jalan bebatuan, nggak jauh, namun agak licin karena habis gerimis. Untungnya kita nggak disuruh bawa perahu sendiri.

Sampai di jalan turunan dengan lumayan lama (karena bentar-bentar kita foto-foto), kemudian mulai terdengar arus Sungai Citarik. Dari suaranya ajah terdengar kalau arusnya deras, suaranya bergemuruh kencang. Perahu-perahu karet berwarna orange sudah berjejer, maklum rombongan kami banyak ada 2 bis.

Kemudian instruktur mengajarkan kami. Ikuti kode saya yah. Kalau saya bila maju, tarik dayung ke belakang. Kalau saya bilang mundur, tarik dayung ke depan, Kalau saya bilang stop, dayung diletakkan dikedua paha. Kalau bilang BOOM, membungkuk dan pegang kedua kaki. Posisi tangan kanan jangan lepas dari gagang dayung dan tangan kiri di ujung dayung. Kaki selalu dibawah jok depan.”

Wuah seru!!!! Belum main saja, udah tegang gini. Tapi untungnya saya sudah pernah rafting dulu. Terlihat di perahu karet sebelah, ada yang menggantungkan sandal mereka di belakang perahu karet. Biar nggak hilang. Jadi kayak jualan sandal di sungai.



Ternyata arusnya dahsyat. Seru! Nggak salah dijuluki arus liar karena memang arusnya deras dan banyak pusaran-pusaran air yang bisa mikin kita muter-muter seru terbawa arus. Batu-batu di sekitar arus juga banyak sekali namun juga ada arus tenangnya yang bikin kita bisa berenang di tengah-tengah rafting.

Kita diputar-putar arus ke kanan, kiri, depan, belakang. Teman seperahu saya sampai terjengkang menimpa saya 2 kali. Perahu-perahu sebelah mana ada yang jatuh, terlempar ke sungai. Untung saya tetap stabil di perahu. Sssttt… rahasianya jaga kaki tetap tertahan di jok depan. Sakit sih tapi kamu jd seimbang. Kebetulan saya duduk di tengah. Kalau teman di depan saya kesusahan nggak bisa nyelipin kaki. Posisi tangan jangan tegang ketika arusnya sedang hebat, coba deh kamu angkat tangan ke atas sambil pegang dayung, wooo…… berasa naik wahana Niagara-gara tapi ga pake sabuk. Tapi inget kaki tetap diselipin di jok depan dan jangan berdiri yah. Instruktur pun tak henti-hentinya bilang kapal kita yang paling ramai.



Dibanding arus yang pernah saya coba di Bogor, yang ini lebih seru menurut saya. Tapi sayangnya kita pilih rafting yang jarak terpendek 5 km (1 jam) karena saya ikut rombongan di gereja jadi hanya membayar Rp 150.000,-. Semua sudah termasuk snack, makan, rafting, sertifikat, kamar mandi, asuransi dan mobil pick-up yang mengantar ke basecamp seusai kita mengikuti rafting.

Kalau yang suka rafting (termasuk saya hehe..) nggak puas yang jaraknya 5 km. Tapi kabarnya temen saya yang udah coba jarak terpanjang merasa bosan karena kelamaan.

Seusai  rafting kemudian kita menikmati kelapa muda di pinggir sungai. Segar! Terus kita naik mobil pick up, yup di baknya haha. Yang ini curam banget, Harus hati-hati karena menanjak curam tapi seru. Rafting di darat namanya.Eits.. ternyata setelah rafting, hujan pun datang. Kita beruntung sekali.


Sampai di basecamp, kita diberikan kantong plastik untuk baju ganti yang sudah basah. Semua sibuk mandi dan membersihkan diri. Nah untungnya di sana ada banyak bilik kamar mandi dan toilet. Sekitar ada 10 bilik. Bagi yang datangnya rombongan jadi menunggu tidak terlalu lama untuk mendapat giliran mandi. Airnya dinginseperti mandi dari kucuran air sungai Citarik. Kemudian kita makan siang dan makanannya enak banget. Sampai kita minta request makanannya nambah. Ada nasi putih, ayam goreng, tahu isi, sop, buah, kerupuk, sambel. Tapi enak banget.

Seusai makan, kita bersiap untuk pulang. Nah ini bagian nggak enaknya, perjalanan menempuh 7 jam karena macet. Maklum musim hujan, banjir dimana-mana. Disarankan datang ke sini musim kemarau yah. Ingin sekali datang ke sana lagi, karena masih kurang puas. Tunggu saya yah Citarik.

(Artikel ini sudah mendapat persetujuan penyebaran tulisan di situs GLII dari penulis aslinya, Novie)